Jumat, 28 Desember 2012

Mendengarkan Dialog Interaktif


Dialog interaktif banyak ditayangkan di televsi maupun di radio. Dialog merupakan bentuk tanya jawab antara pembawa acara dengan narasumber. Narasumber dalam dialog biasanya lebih dari satu. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbagan informasi yang disajikan. Di samping itu banyak media elektronik yang menggelar dialog interkatif. Dialog interkatif adalah dialog yang melibatkan peran pendengar untuk ikut menanggapi atau menanyakan seputar isi pembicaraan dalam dialog itu. Pendengar atau pemirsa dapat memberi masukan, saran atau usul mengenai topik yangs edang dibahas dalam dialog. Dengan demikian topik yang dibahas akan semakin tajam dan mendalam. Dialog termasuk dialog interaktif penting untuk diikuti sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan. Dengan sering mengikuti dialog interaktif kamu tidak ketinggalan informasi terkini tentang berbagai hal apalagi masalah yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Hal ini merupakan salah satu faktor pentingnya kamu menguasai kompetensi dasar menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi atau siaran radio. Agar kamu menyimpulkan pikiran, gagasan, dan pendapat narasumber dalam silaog interkatif, ikutilah pembelajaran berikut ini!
Mendengarkan Dialog Interaktif
Simaklah dialog interaktif yang akan diperdengarkan Bapak atau Ibu gurumu dari rekaman kaset atau CD. Kalau hal itu tidak memungkinkan, perankan dialog  interaktif dari transkrip dialog berikut ini. Mintalah beberapa temanmu memerankan dialog itu sebaik-baiknya.
Wawancara Oman Sukmana dari Tempo Interaktif dengan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara Freddy Numberi di Kantornya, di Jalan Sudirman, Jakarta, seputar masalah Irian Jaya atau Papua.
Bagaimana Anda melihat hasil Kongres Rakyat Papua yang menuntut Papua merdeka itu?
Saya melihat ini semua masih dalam taraf aspirasi, masih dapat dilakukan upaya-upaya melalui dialog. Memang, aspirasi ini harus kita waspadai, karena bisa menjadi preseden buruk bagi keutuhan wilayah kita. Saat ini kami sedang berupaya melakukan upaya pendekatan secara persuasif melalui dialog.
Kapan dialog itu dilaksanakan?
Saya belum tahu; mungkin itu kewenangan Menteri Dalam Negeri. Tapi, melihat situasi saat ini tentunya hal itu akan dilakukan secepat mungkin, paling tidak sebelum tanggal 1 Desember, batas waktu yang diberikan oleh Kongres Papua kepada pemerintah, kami sudah mengambil langkah konkret menyelesaikan masalah Papua.
Menurut Anda apa yang melatarbelakangi adanya tuntutan merdeka ini?
Semua ini terjadi karena kebijakan yang salah dari rezim yang lalu. Misalnya, pembangunan yang tidak menyentuh masyarakat, rakyat merasa diperlakukan tidak adi. Pemerintah masa lalu tidak jeli melihat bahwa suatu saat Papua ini bisa bergejolak. Nah, repotnya, hal itu terjadi sekarang, (hingga) kabinet sekarang ini tak ubahnya pemadam kebakaran.
Sebenarnya, apa kebutuhan rakyat Papua sekarang?
Rakyat Papua itu butuh kesejahteraan; mereka bosan terus-menerus diperlakukan seperti sapi perah. Mereka juga sudah bosan melihat kekerasan militer. Yang mereka butuhkan saat ini adalah kesejahteraan. Misalnya, mengupayakan agar SPP untuk SD hingga SMU di Papua dibebaskan. Saya kira tidak banyak anggaran untuk itu, hanya Rp 20 miliar untuk Papua yang telah memberikan sumbangan devisa yang besar bagi bangsa ini. Juga pengangkatan guru yang saat ini jumlahnya masih kurang, dan memberi kesempatan kepada guru yang sudah ada untuk menjadi pegawai negeri. Lalu, membuka pendidikan kedokteran, karena jumlah dokter di Papua masih kurang. Dulu, di zaman Bung Karno, dekat setelah Irian kembali ke pangkuan ibu pertiwi, lebih dari 2.000 putra daerah disekolahkan ke luar negeri, meski kondisi bangsa masih sulit, Setelah itu, putra daerah Irian tidak lagi diperhatikan oleh pemerintah. Ini yang membuat mereka sakit hati.
Berapa devisa yang dihasilkan oleh Papua?
Papua itu dalam setahun bisa menghasilkan devisa Rp 10 triliun. Sebenarnya wajar kalau paling tidak 40% atau Rp 4 triliun dari hasil itu dikembalikan kepada Papua untuk kesejahteraan rakyat. Sekarang, alokasi dana untuk Papua hanya Rp 1,2 triliun, dan ketika saya menjabat Gubernur dana yang saya peroleh cuma Rp 650 miliar. Dengan dana sebesar itu, praktis, kami tidak dapat membangun.
http://www.tempointeraktif.com/, Jumat, 11 Juli 2008 pukul 20.17

Buku Harian


1. Pengertian Buku Harian dan Teknik Penulisannya

Pernahkah kamu menulis buku harian? Jika pernah, bagaimana model penulisannya? Untuk itu, kamu diajak mempelajari seluk beluk penulisan buku harian dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebelumnya, tahukah kamu pengertian buku harian? Buku harian
adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari. Dengan buku harian, kamu dapat menulis tentang apa pun, baik tentang pengalaman, pemikiran, kejadian, dan sebagainya.
Menuangkan pengalaman, kejadian, atau pemikiran dalam buku harian tidaklah sulit. Hal yang terpenting kamu berminat, tidak malas, dan mau terus berlatih menulis setiap hari. Mulai dari sekarang, janganlah kamu buang sia-sia pengalaman, kejadian, pemikiran, atau perasaan yang kamu miliki. Tulislah semua itu dalam buku harian karena suatu saat dapat menjadi sumber inspirasimu.
Pada saat menulis buku harian, hendaknya menggunakan kalimat yang ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang menyatakan perasaan secara mendalam, biasanya digunakan idiom atau ungkapan tertentu yang menunjukkan sesuatu yang lebih. Bukankah kamu telah mempelajari tentang ungkapan atau idiom? Jika menulis buku harian dalam bentuk puisi, kamu dapat menuliskannya dalam bentuk kata kiasan. Catatan dalam buku harian bersifat sangat pribadi. Oleh karena itu, bentuk dan cara penulisannya pun hendaknya dalam bentuk bebas tanpa meninggalkan unsur-unsurnya, yaitu tempat dan waktu kejadian serta kejadian yang berlangsung. Unsur-unsur tersebut bersifat subjektif dan objektif.
Contoh
Model 1
Sabtu, 28 Juli 2007, pukul 14.00
Hari ini aku sedih. Mama dan kakakku kecelakaan saat akan menjemputku di sekolah. Aku merasa bersalah kepada mereka. Untuk itu, aku berniat menebus kesalahanku dengan menggantikan Mama dan kakak mengerjakan tugas-tugas rumah. Semoga cepat sembuh ya, Ma.
Minggu, 29 Juli 2007, pukul 09.30
Meski hari libur, aku telah berjanji pada diriku untuk mengerjakan tugas-tugas rumah menggantikan Mama dan kakakku. Pagi ini aku paling awal bangunnya dari seisi rumah. Aku pun langsung asyik di dapur memasak untuk sarapan pagi, meski hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Waktu sarapan bersama keluarga, Mama memuji masakanku enak. Wah, ternyata aku pintar masak juga, ya! Pokoknya tidak kalah dengan Ibu Siska Suwitomo yang ahli masak dan sering tampil di televisi itu! Percaya, deh!
Senin, 30 Juli 2007, pukul 17.15
Hari ini hari paling sial bagiku. Betapa tidak! Karena di rumah waktu hari Minggu kemarin seharian menggantikan Mama mengerjakan tugas-tugas di rumah, aku kecapekan. Akhirnya, tadi pagi aku bangun agak kesiangan. Berangkat ke sekolah pun terburu-buru. Apa yang terjadi? Aku lupa bawa topi dan dasi untuk upacara hari Senin!
Model 2
Mama
Kaulah yang pertama kali mendekapku
Mendekapku di tengah dingin malam
Kau sosok tak tergantikan
Walau tak selamanya ragamu ada
Tiada kata yang pantas kuucapkan
Kecuali terima kasih yang dalam
Atas jasa-jasamu, Mama
Kau akan kuingat di hati sanubariku
Karya     : Bella Prita Cahyani
Sumber : Bobo, edisi 18, Tahun

Menceritakan Pengalaman


Sebelum menceritakan pengalaman yang mengesankan, kamu dapat membuat kerangka cerita yang akan kamu sampaikan secara lisan. Hal ini berguna agar kamu dapat menceritakan pengalaman dengan mudah sesuai ceritanya. Selanjutnya, kamu dapat mengembangkan kerangka ceritamu menjadi cerita pengalaman yang sangat menarik dan pendengarnya dapat membayangkan situasi saat peristiwa pengalamanmu itu terjadi.
Dalam menceritakan suatu pengalaman, kadang seseorang menggunakan ungkapan. Tahukah kamu yang dimaksud ungkapan? Ungkapan adalah perkataan atau kelompok kata yang khusus untuk menyatakan sesuatu maksud dalam arti kiasan. Ungkapan dibentuk oleh
kata-kata yang polanya terbentuk secara tetap. Kata-kata tersebut tidak
dapat diubah susunannya dan tidak dapat pula disisipi dengan kata lain.
Oleh karena itu, tidak dapat menggunakan ungkapan dengan seenaknya.
Perhatikan contoh penggunaan ungkapan dalam kalimat di bawah ini!
a. Tas ini adalah buah tangan ibu dari Mekah.
     - Buah tangan artinya oleh-oleh.
b. Bunga Citra Lestari adalah artis yang sedang naik daun.
- Naik daun artinya terkenal atau populer.
c. Hati-hatilah sekarang banyak orang bermulut manis.
- Bermulut manis artinya pandai merayu.
d. Pak Iwan orang yang murah hati di desanya.
- Murah hati artinya suka menolong atau dermawan.
e. Ia terkenal sebagai pimpinan yang bertangan besi.
- Bertangan besi artinya memimpin dengan tindakan keras.

Menulis Pantun

1. Pengertian Pantun dan Syarat-syarat Pantun

Tahukah kamu cara menuliskan pantun dengan benar? Apa saja syarat-syaratnya? Kamu akan diajak belajar untuk menguasai kompetensi menulis pantun sesuai syarat-syaratnya.
Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra Melayu Lama yang berbentuk puisi. Pantun juga merupakan salah satu peninggalan masyarakat Melayu. Pada zaman dahulu, pantun diciptakan untuk berbagai tujuan, antara lain menyampaikan nasihat, menyatakan rasa sayang, ajaran budi pekerti dan moral, untuk kepentingan sosial, serta untuk hiburan/kejenakaan semata. Sebagai jenis puisi lama, pantun memiliki kata-kata yang khas. Kekhasan kata-kata dalam pantun ditunjukkan melalui penggunaan kata-katanya, ungkapan pengarang, serta kemerduan bunyinya karena pilihan bunyi akhir yang teratur. Pantun terdiri atas dua bagian, yaitu bagian sampiran dan isi. Hal yang dipentingkan dalam menulis pantun adalah mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, dan bentuk penulisannya berbait-bait. Salah satu keindahan bahasa dalam sebuah pantun ditandai oleh rima a – b – a – b. Jika kamu akan menulis sebuah pantun dengan baik, hendaknya memerhatikan syarat-syarat pantun berikut.
a. Satu bait terdiri atas empat baris.
b. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan bait ketiga
dan keempat merupakan isi.
c. Setiap baris terdiri atas 8 – 12 suku kata.
d. Rima akhir berpola a – b – a – b.
Perhatikan rima akhir contoh pantun di bawah ini.
Asam pauh dari seberang (a)
Dimuat di dalam peti (b)
Badan jauh di rantau orang (a)
Kalau sakit siapa mengobati (b)
Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas tiga jenis.
a. Pantun anak-anak, terdiri atas pantun teka-teki dan pantun jenaka.
b. Pantun remaja, terdiri atas pantun perkenalan, pantun berkasih-
kasihan, dan pantun perpisahan.
c. Pantun orang tua, terdiri atas pantun adat, pantun agama, dan pantun
nasihat.

2. Contoh Pantun

Perhatikan contoh pantun di bawah ini!
Contoh (1)
Kalau piknik di tepi pantai
Pulanglah sebelum hari senja
Kalau adik ingin pandai
Belajarlah sambil berdoa
Contoh (2)
Ada melinjo ada emping
Digoreng dengan minyak kelapa
Ada sinyo tertawa nyaring
Dicoreng hidungnya dengan jelaga
Contoh (3)
Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji dimasukkan peti
Utang emas dapat dibayar
Utang budi dibawa mati
Contoh (4)
Awan putih tinggi di langit
Di bawah bumi jadi naungan
Cita-cita biarpun tinggi selangit
Tata krama tetap jadi pegangan

Bercerita yang Baik


Keterampilan mendongeng merupakan bentuk keterampilan berbicara. Oleh karena itu, seorang pendongeng dituntut memiliki perbendaharaan kata yang banyak sehingga dapat memilih kata yang tepat sesuai khalayak pendengarnya. Diksi (pilihan kata) untuk konsumsi anak balita tentu berbeda dengan diksi untuk anak-anak usia SD dan SMP. Seseorang yang suka menceritakan cerita kepada orang lain disebut pendongeng (story teller). Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut? Untuk dapat menjadi seorang pencerita yang baik, hendaknya memerhatikan beberapa teknik dalam bercerita.
Apa saja teknik-teknik tersebut? Berikut akan dibahas satu per satu.
  1. Menggunakan kata-kata yang komunikatif (tidak kaku). Jika mungkin, menggunakan kata-kata baku yang sedang trend agar tercipta hubungan yang dekat dengan pendengar.
  2. Mengucapkan huruf, kata, dan kalimat dengan lafal yang tepat agar pendengar lebih mudah memahami isi cerita.
  3. Memerhatikan intonasi kalimat. Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat yang berfungsi membentuk makna kalimat. Dengan intonasi yang tepat, pendengar dapat membedakan pengucapan kalimat untuk nada sedih, marah, gembira, dan sebagainya.
  4. Mengucapkan kalimat dengan jeda yang tepat. Jeda adalah perhentian lagu kalimat. Jeda berfungsi untuk menandai batas-batas satuan kalimat.
  5. Memerhatikan nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Dalam hal ini, intonasi berfungsi untuk memberi tekanan khusus pada kata-kata tertentu. Tinggi-rendahnya nada dapat membedakan bagian kalimat yang satu dengan bagian kalimat lain yang tidak penting. 
  6. Penerapan gesture dan mimik yang tepat. Gesture adalah peniruan dengan gerak-gerik anggota badan, sedangkan mimik dalam peniruan gerakan raut muka. Penguasaan gesture dan mimik dapat dilakukan dengan meniru gerakan orang tertawa, menangis, melompat, menyumpit, berteriak, dan sebagainya.
    Setelah memahami teknik-teknik bercerita, kamu dapat menggunakan cerita rakyat dari Kalimantan yang berjudul Anggrek Hitam untuk Domia pada halaman depan untuk latihan bercerita. Sebelumnya, perhatikan tanda- tanda intonasi dan jeda pada pengucapan sebuah kalimat berikut.
    a. Tanda / untuk intonasi tinggi.
    b. Tanda \ untuk intonasi rendah.
    c. Tanda | untuk jeda sebagai tanda henti sementara.
    d. Tanda // untuk jeda akhir.

Mendengarkan Dongeng

1. Pengertian Dongeng dan Unsur-unsurnya

Apakah kamu telah mengetahui pengertian dongeng? Pada pelajaran ini, kamu diajak mendengarkan dongeng lalu menemukan hal-hal yang menarik dari isi cerita dongeng tersebut melalui unsur-unsur dalam cerita.
Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra lama yang berjenis prosa. Dongeng juga merupakan cerita rekaan, khayal, atau fiksi. Dalam dongeng juga terdapat unsur-unsur yang membangun cerita seperti jenis prosa lain, misalnya cerpen dan novel. Unsur-unsur tersebut meliputi tokoh, watak tokoh, alur, latar, tema, dan amanat. Perbedaan antara dongeng dan cerpen atau novel adalah tingkat rekaannya. Oleh karenanya, dongeng mempunyai daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Selain itu, cerita dalam dongeng juga menjadi daya tarik bagi orang tua untuk bercerita karena mengandung nilai-nilai moral yang dapat diajarkan kepada anak-anak.
Hendaknya kamu pahami dahulu unsur-unsur dalam sebuah dongeng sebagai berikut.
  1. Tema, yaitu pokok pembicaraan yang disampaikan dalam cerita dongeng. 
  2. Tokoh, yaitu para pelaku yang mendukung cerita dalam dongeng.
    Watak tokoh atau penokohan, yaitu gambaran perilaku atau watak para pelaku dalam cerita dongeng.
  3.  Latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana yang terjadi dalam cerita dongeng.
  4.  Alur, yaitu rangkaian kisah cerita yang disusun secara logis sebagai jalan cerita dalam dongeng.
  5. Amanat, yaitu pesan yang akan disampaikan dalam cerita dongeng yang mengandung ajaran atau nilai-nilai moral.

Membaca Memindai


Apa yang dimaksud membaca memindai? Membaca memindai sering disebut membaca scanning. Istilah lain scanning adalah teknik baca sepintas atau teknik baca tatap (Haryadi, 2007: 170). Scanning merupakan teknik membaca sekilas dan cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan memeroleh informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan (Tarigan, 1994: 31). Dalam penggunaannya, pembaca langsung mencari informasi tertentu atau fakta khusus yang diinginkan tanpa memerhatikan atau membaca bagian lain dalam bacaan yang tidak dicari. Setelah menemukan infomasi yang dicari, pembaca membaca dengan teliti untuk memperoleh infomasi tersebut. Sudahkah kamu memahami arti membaca memindai? Apa saja kegunaan teknik membaca memindai? Dalam kehidupan sehari-hari, teknik membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain menemukan topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus, mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri pada indeks (Soedarso, 2004: 96). Pada pembelajaran ini, kamu diajak agar mampu menguasai kompetensi membaca teks wacana berjudul Kelangkaan Solar di Palangkaraya dan menemukan kata-kata menarik dalam teks. Selanjutnya kamu dapat mencari makna kata-kata tersebut dari dalam kamus dengan teknik membaca memindai.
Cara Membaca Memindai Kamus
Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus mempelajari kamus tersebut. Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca memindai adalah sebagai berikut.
  1. Menentukan kata yang akan dicari maknanya.
  2. Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman  pertama yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari. Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya, pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus. Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman berikutnya sampai menemukan kata silogisme.
  3. Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut.
Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut.
  • Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama.
  • Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan    tekanannya.
  • Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung. Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3. Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata yang dicari.
  • Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.